Mengatasi Handpone berbunyi saat training

Setelah Take-off dari Bandara Sepinggan Balikpapan. Pesawat terbaru lion air Boing 737 900IR, sedikit menikung. Wow lampu-lampu gedung dan rumah di bawah seperti terbaran mutiara dan permata. Sangat indah. Sangat menakjubkan. Pesawatpun berangsur meninggalkan Balikpapan dan terbang di ketinggian 36.000 Kaki. Hanya gelap yang terlihat diluar jendela. Aku tak bisa melihat apa-apa lagi.


Kelelahan pun merasuk bercampur kantuk. Ting… lampu tanda sabuk pengaman dipadamkan, tanda penumpang boleh melepas safety-belt. Aku tak perduli hingga pengumuman seorang pramugari mengejutkan tidurku. Wah baru kali ini saya mendengar anounce pramugari bisa terdengar jelas. Biasanya bercampur dengan kremesek kremesek seperti kabel kendor. Ok Juga pesawat baru ini. “Penumpang yang terhormat! Jangan Mencuri pelampung ya, nanti diperiksa oleh sekuriti bandara!” Begitu kira-kira bunyi pengumuman, (bukan redaksi asli)namun tentu dengan bahasa yang sopan.


Saya tersenyum sendiri mendengar pengumuman “penting” tersebut. Saya memaknai pengumuman itu dengan sangat geli. Mosok habis disanjung dengan teguran terhormat, namun pesannya jangan mencuri. Setengah mengantuk saya berfikir… Apa ada jalan lain yang lebih ok, ya? Kalau pelampungnya di gembok? Wah nanti kalau kejadian benar mendarat di laut, wah report banget. Bagaimana kalau dibagikan saja saat kejadian? Waduh kalau yang bagian membagikan stress bisa lebih parah kejadianya. Wah memang repot ngurusin orang yang nggak bener. Suka mencuri, mengambil, melanggar peraturan dan lain-lain.

Ada perasaan kurang enak mendengar pengumuman itu berkali-kali, walaupun di awali dengan penumpang yang terhormat atau penumpang yang tercinta. Namun diujung pesan jangan membawa pelampung pulang. Apakah sama juga sebutan kita terhadap dewan yang terhormat, juga sudah memiliki arti yang pudar, bukan karena sebutan yang terhormat, namun karena sindiran, agar mereka berlaku terhormat.


Pesawat landing dengan mulus, penumpang keluar dari pesawat dan hingga keluar bandara Soekaro-Hatta tidak ada pemeriksaan penumpang yang mengambil pelampung. Wah! bohong nih! Katanya diperiksa, kok tidak! Seandainya pemeriksaan dengan alat otomatis yang bisa mendeteksi pelampung yang keluar dari pesawat atau bandara, mengapa harus bolak-balik di anounce, sehingga mengganggu kenyamanan penumpang, terutama mengganggu perasaan tidak “terhormat dan dicurigai”.


Wow! Customer service adalah trend dan senjata utama saat ini dalam berbisnis. Execellent Product itu wajib, Excellent Delivery juga harus. Karena itu senjata tetap survive, namun bagaimana kalau pesaing juga memiliki hal yang sama? Maka bisnis membutuhkan excellent service mindset. Jadi jika mindsetnya mencurigai pasti tidak akan bisa berhasil menyentuh hati customer.

Anda mungkin sering melihat kantor, atau restaurant atau rumah makan yang begitu banyaknya tulisan DILARANG-DILARANG- DILARANG! Aneh bin ajaib, tulisan itu menstimuli perasaan tidak nyaman. Dan tentu itu bukan service mindset yang baik.

Bagaimana jika hal ini untuk training anda?


Hal yang sering kita alami adalah gangguan bunyi Handpone
. Apakah anda menyuruh mematikan handpone audience anda? Atau anda biarkan Handpone berbunyi seenaknya dan mengganggu acara training anda. Sungguh tidak nyaman, saat kita memberi training dan bunyi dering telpon mengganggu. Ditambah lagi sang penerima telpon kurang bisa menggendalikan diri berbicara tidak dengan pelan atau menolak panggilan tersebut.


Bagaimanapun juga, audience adalah “customer” anda. Sekali kita salah menyikapi, maka mereka akan reject dan apa yang anda sampaikan bisa mental semua. Apa lagi jika anda fokus dan terpancing dengan orang semacam ini. Akan kembali ke anda effect negatifnya. Sungguh sulit kita “melarang” audience untuk menerima panggilan telpon, karena memang sangat sulit jaman sekarang ini untuk tidak bisa dihubungi.

Ada beberapa trik menyikapi soal hanphone dalam sebuah training.


1. Karena hari ini sangat special

“Rekan-rekan sekalian, hari ini adalah hari yang sangat special. Silahkan keluarkan HP anda, dan tuliskan sebuah SMS yang sangat manis dan indah pada orang yang anda sayangi hari ini. Saya beri waktu 1 menit dan kirimkan.” Kemudian beri kesempatan mereka menulis SMS untuk orang yang special buat mereka. “Ok! Sudah semua? Karena sudah terlanjur memegang HP anda, maka tidak ada salahnya silahkan Silent. Thank you.”

2. Ala Tung Desem

“OK! Pegang pundak rekan di sebelahnya.. .. Sambil tepuk pundak rekan anda, katakan ! Pak-pak Bu-bu HP-nya sudah dimatikan belum? Ok Silahkan matikan HP atau di silent. Jadi kalau masih ada yang bunyi, berarti HPNYA…..? Kuuuuuunooooo! Lho bukan saya yang ngomong lho, bapak-bapak dan ibu-ibu sendiri LHO YANG BILANG”


3. Ala Djodi Ismanto Buat kesepakatan bahwa akhir pada pelatihan seluruh peserta akan di evaluasi berdasarkan keaktifan peserta , kedisipilinan dan nilai – nilai test yang yang diberikan selama pelatihan. Nah HP yang berdering adalah nilai kedisiplinan yang kurang.

4. Kesepakatan

“Rekan-rekan sekalian, kita akan mengadakan training sekitar 2 sampai 3 jam. bagaimana? Apakah HP di Off atau tetap hidup? JIka Off berarti kita matikan sekarang, namun bila tetap boleh terima telpon, maka setiap telpon masuk ke anda, maka kita semua akan berhenti dan mendengarkan anda berbincang-bincang. OK?!

5. Hukuman

“Rekan sekalian, sebelum training kita mulai, maka ada sebuah berita penting. Siapa yang menerima telpon saat training maka harus berlari keliling ruangan satu kali. SETUJU?” Ya cara ini bisa menjadi energizer dan penyegar suasana bahkan otomatis akan menjadi peringatan yang membuat orang segan untuk mengambil risiko.

6. Handphone di kumpulkan

Sediakan sebuah meja/tempat di depan kelas. Seluruh peserta (biasanya untuk jumlah peserta yang kurang dari 20). Setiap ada HP berbunyi, sang pemilik boleh lari dan mengambil di depan kelas.

7. System Pool

Sebelum mulai berangkat ke lokasi training, maka ditunjuk satu nomor dan satu orang untuk menerima segala permasalahan. Misalnya urusan kantor harap menghubungi Pak Andreas Sidharta (GENERAL MANAGER). Jabatan lebih tinggi lebih bagus, sehingga permasalahan tidak penting tidak masuk/mengganggu. Urusan pribadi… STOP

8. Buat kegaduhan

Jika dalam training anda ada yel-yel! Maka lakukan yel-yel itu setiap ada peserta yang menerima telpon.

TCI!!!!!!!!

YES! YES! YES!

TCI……… ……… !

YES! YES! YES!.

Hal ini akan memberikan signal pada sang penelpon,

9. Tidak usah di jadikan masalah

Apapun yang terjadi dengan peserta anda soal handphone, tidak usah dijadikan permasalahan. Biarkan saja mengalir seperti biasa, selama anda yakin hal itu tidak terlalu mengganggu. Jika sudah terlalu mengganggu, maka hentikan training anda sejenak, atau suara anda pelankan, atau anda bisa bicara dengan berbisik-bisik. PASTI mereka akan segera menyudahi bicaranya atau bila sangat penting, mereka akan keluar kelas untuk melanjutkan pembicaraan.

Baik Sahabat sukses, semoga bisa memberi inspirasi. Tentu hal diatas ada yang cocok dengan audences anda ada pula yang tidak boleh dilakukan. Pertimbangkan baik-baik memilih cara menanggulangi gangguan HP dalam training anda. Jika anda memiliki pengalaman soal ini, wah saya senang sekali mendapat sharing dari anda.

Hal yang penting dan perlu digarisbawahi adalah: Jika anda merasa audience anda terhormat, maka perlakukan dengan cara terhormat. Jika anda menganggap audience anda cerdas, maka perlakukan secara cerdas. Jangan sampai anda katakan “Rekan rekan yang terhormat, matikan HP nanti mengganggu rekan yang ingin belajar!” atau “Penumpang yang terhormat! Jangan mencuri pelampung yang berada di bawah kursi anda” ( source : Hari Subagja )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: