Jangan Mau Jadi ‘Sephia’ nya Bos!

Seorang anak buah memang dituntut untuk selalu bersikap kooperatif dengan bosnya. Berawal dari kerjasama inilah kadang seorang bos dan anak buah terlibat hubungan emosionil yang lebih jauh. Biasanya si bos yang ‘kesengsem’ sama anak buah nya punya seribu satu alasan untuk mengajak kencan si anak buah, walaupun si bos udah beranak istri!

Awalnya si bos berdalih untuk kepentingan pekerjaan. Misalnya menemani pertemuan dengan relasi bisnis, mengajak meeting di puncak, atau menghadiri santapan dengan rekan bisnis. Memang sih kalau murni untuk urusan kantor ya nggak masalah. Tapi biasanya bos yang kadung jatuh cinta akan nekat mengajak anak buah ‘ngedate’ secara pribadi. Bisa candle light dinner berdua, rekreasi keluar kota, atau bahkan lebih jauh dari itu. Dan parahnya sebagai anak buah, umumnya sulit loh menolak ajakan si bos yang menggoda. Ehm…apalagi kalo si bos kebetulan berwajah handsome. Kayaknya beraat banget nolak ajakannya.

Akibatnya terjadilah blind date antara si bos dan anak buah. Walau awalnya, anak buah menerima ajakan si bos untuk menghormatinya, lama-lama bisa jadi si anak buah lah yang ikutan falling in love sama si bos. Kalau sama-sama terhanyut mereka pun bisa lupa pada status masing-masing. “Peduli setan dengan istri dan keluargaku di rumah..,” begitu kira-kira kata si bos.

Sementara anak buahnya pun begitu menikmati sensasi luar biasa kencan dengan si bos. “Ehm ternyata si bos memang teman kencan yang romantis…” begitu batin si anak buah. Dan tanpa mereka sadari lama-kelamaan emosi mereka akan terikat lebih jauh. Akhirnya jika mereka sedang berdua, nggak ada lagi pembicaraan tentang pekerjaan. Yang ada cuma rayuan dan janji-janji semanis madu. Di sini emosi dan perasaan memang lebih berperan ketimbang rasio. Yah namanya juga orang lagi kasmaran…!

Sementara tanpa mereka sadari, seiring dengan meningkatnya intensitas hubungan mereka, bahaya pun mengintai. Jika hubungan itu diketahui khalayak umum, kredibilitas si bos-anak buah akan luntur dan profesionalisme pun terbengkalai. Belum lagi ancaman dari pasangan masing-masing pihak. Akhirnya nama baik mereka akan tercemar. Ujung-ujungnya pait banget bukan..?

Nah, bagi Anda yang mulai merasakan getar-getar cinta si bos coba deh jangan kebawa emosi ikutan naksir si bos. Sebagai anak buah yang memiliki harga diri tinggi, tentu Anda bisa menentukan sikap terbaik, yaitu be professional. Walau mungkin Anda agak-agak naksir bos tapi tekan sekuat mungkin perasaan Anda. Berjanjilah untuk tidak menanggapi ajakan pribadi si bos. Kalau si bos punya 1001 alasan untuk mengajak Anda kencan, Anda pun punya 1001 alasan untuk menolaknya! Tentu saja dengan cara yang halus namun mengena. Misalnya jika bos mendadak royal memberi ini itu pada Anda, tolaklah secara halus dengan mengatakan bahwa Anda sudah memiliki benda-benda tersebut.

Kalau Anda sudah punya pasangan, tampilkan dia di hadapan bos. Anda bisa melakukannya dengan meminta diantar atau dijemput oleh pasangan Anda. Begitu juga pada acara-acara kantor yang memungkinkan Anda membawa pasangan, jangan lupa ajak serta pacar atau suami Anda. Begitu juga pada acara resepsi perkawinan rekan kantor. Perkenalkan pasangan Anda pada bos dan rekan-rekan kantor di acara tersebut.

Jika bos memerintahkan Anda untuk lembur, ketahui terlebih dulu apa saja yang harus Anda kerjakan hingga Anda harus lembur. Selama lembur, hindari berlama-lama berada di ruangan bos. Jika ia memanggil Anda ke ruangannya, pastikan pintu ruangan dalam keadaan terbuka. Dan jika masalah dengan bos sudah selesai segera minta ijin keluar dari ruangannya. Jika pekerjaan lemburan Anda sudah selesai segera tinggalkan kantor, tentu saja dengan seijinnya. Setiap kali Anda lembur mintalah suami atau keluarga Anda untuk menjemput. Sehingga nggak ada alasan bagi si bos untuk mengantar Anda pulang. Kalaupun Anda tidak dijemput dan si bos menawarkan mengantar, lebih baik Anda berpura-pura dijemput, kemudian Anda bisa naik taksi ke rumah.

Jangan memberikan indikasi bahwa Anda menerima atau membalas perhatiannya. Sejak awal tunjukkan kalau Anda tidak tertarik untuk menjalin hubungan pribadi dengan si bos. Kalau Anda terus memberi reaksi penolakan, pasti bos tahu lah maksud Anda. Lama-lama bos juga akan bosan kalau usahanya nihil. Dan ia pun akan menghentikan segala usahanya menarik perhatian Anda. Dengan demikian, Anda bukan hanya telah menyelamatkan harga diri Anda tetapi juga harga diri bos! Lagipula Anda nggak mau kan cuma jadi ‘Sephia’nya si bos? Karena mustahil lah bos yang punya kedudukan, berpenampilan necis dan berpenghasilan besar belom punya pasangan.

Ingat, jangan mengumbar kisah Anda dan bos kepada orang-orang di kantor. Karena biar bagaimanapun bos adalah seorang yang patut dihormati dan dihargai. Maka jagalah kewibawaan bos dengan menyimpan rapih kisah Anda dan bos. Selanjutnya, jika reaksi bos menunjukkan sikap sentimen setelah penolakan Anda, jangan terpancing. Cobalah untuk memaklumi bos tanpa menanggalkan sikap profesional Anda. Tetapi kalau sikap sentimennya nggak ilang-ilang bahkan sampai melecehkan Anda, ia bukanlah bos yang bijaksana. Apa boleh buat berarti Anda harus mulai berpikir untuk hengkang ke tempat yang lebih nyaman.

[tri*]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: