DI-MENTOR-I DAN ME-MENTOR-I

Ratusan orang sedang bersiap menyaksikan pertunjukan seorang ahli berjalan di atas tali yang diikat di antara dua gedung tinggi sepanjang sekitar 30 meter dengan ketinggian sekitar 15 meter dari atas jalan raya.Selain tantangan harus menyeberangi tali dengan diameter hanya beberapa senti, si ahli ini harus juga mampu mengatasi tiupan angin yang cukup kencang, kengerian yang timbul dari berseliwerannya kabel listrik dan telpon di bawah tali yang dilewatinya, serta lalu lalang mobil di jalan raya.

Dengan bantuan tongkat, si ahli berjalan perlahan bergerak maju. Sesekali dia harus berhenti sejenak, badan miring ke kiri ke kanan diimbangi dengan gerakan tongkat, atau bahkan harus berjongkok untuk menjaga keseimbangan tubuhnya. Semua orang seakan menahan napas dengan jantung berhenti berdetak melihat atraksi yang sangat mendebarkan ini. Waktu seakan berjalan sangat lambat.

Perlahan tapi pasti, si ahli mendekati ujung tali, dan akhirnya mencapai gedung sebelah. Pecahlah teriakan dan tepuk tangan keras dan panjang dari para penonton, seakan mereka baru saja terlepas dari suatu beban berat.

Atraksi tersebut diulang sampai tiga kali, dimana walaupun dengan perjuangan yang tidak mudah, si ahli dengan ketrampilan dan ketenangannya, kembali mampu melewati tali dengan selamat.

Tidak ada seorangpun dari penonton yang meragukan kepiawaiannya. Mereka berseru-seru memuji dan memanggil-manggil nama si ahli.

Si ahli kemudian berkata, ”Apakah kalian meragukan kemampuanku menyeberangi tali ?”. ” Tentu saja tidak ! Engkau telah membuktikannya tidak hanya sekali tetapi berkali-kali ! ” teriak para penonton.

” Jika kukatakan bahwa aku yakin mampu menyeberangkan diriku dan seorang yang lain bersama-sama di atas tali, apakah kalian mempercayainya ?”, sambung si ahli. ” Tentu saja kami percaya”, sahut para penonton.

” Baiklah kalau begitu, aku meminta salah seorang sukarelawan untuk bersama-sama denganku menyeberangi tali. Adakah yang mau bergabung denganku ? ”. Tidak ada seorangpun penonton yang mengajukan diri walaupun pertanyaan tersebut diulang berkali-kali. Akhirnya si ahli memberikan insentif dengan mengatakan, ” Aku akan memberikan lima juta rupiah kepada pemberani yang bersedia ikut denganku.” Tetap saja tidak ada yang mengajukan diri bahkan walaupun hadiah ditambah menjadi sepuluh juta rupiah. Akhirnya setelah penawaran diulang beberapa kali, seorang pemuda dengan tampang takut-takut maju ke depan dan menyatakan bersedia.

Sebelum mulai melangkah, si ahli memberikan beberapa petunjuk kepada si pemuda dengan penekanan bahwa si pemuda harus sepenuhnya mengikuti semua yang sudah disampaikan tanpa membantah sedikitpun karena ketidakpatuhan berarti celaka dalam pertunjukan ini. Mulailah mereka berdua berjalan dengan cara si ahli berjalan di muka memegang tongkat keseimbangan, sedang si pemuda berjalan di belakangnya dengan kedua tangan memegang bahu si ahli. Sekali ini waktu terasa berjalan jauh lebih lambat dari sebelumnya. Setiap penonton seakan dapat mendengar detak jantung orang di sebelahnya. Akhirnya keduanya dapat sampai di seberang tali dengan selamat. Sekali ini sambutan dari para penonton membahana sampai lama sekali.

Cerita ini mengandung arti bahwa dalam kehidupan ini, ada orang-orang yang berhasil mencapai sukses dengan akumulasi upaya, keberhasilan dan kegagalan sebelumnya. Mereka mampu mengulang-ulang keberhasilan dan kesuksesan mereka seperti halnya si ahli yang mampu beberapa kali menyeberangi tali tersebut dengan selamat. Akan tetapi jangan dilupakan bahwa sebelumnya telah berkali-kali si ahli tersebut jatuh bangun dari tali terbentang dengan ketinggian rendah, tali ditinggikan sampai tali tinggi sekali. Tapi si ahli tetap terus berlatih sehingga mampu mengakumulasikan keterampilannya. Dalam kehidupan, ada dua pilihan di depan kita apakah hanya sebagai penonton melihat orang lain saja yang sukses ataukah sebagai pelaku aktif dan melihat diri kita sendiri yang sukses. Kesuksesan dan keberhasilan yang kita raih, dapat ditempuh dalam beberapa cara apakah kita jatuh bangun dengan ’trial and error’ yaitu seandainya pemuda dalam cerita di atas mencoba sendiri untuk melewati tali tanpa panduan apapun dari si ahli; atau si pemuda mendapat petunjuk dari si ahli dan kemudian mencoba melewati sendiri tali tersebut; atau si pemuda setelah mendapat petunjuk dari si ahli kemudian didampingi (atau di-mentor-i) sehingga sukses mencapai titik seberang.Tentu saja jika kita bisa mendapatkan mentor yang tepat, saling memberikan komitmen baik sebagai yang di-mentor-i ataupun yang me-mentori-i, maka berbagai kesuksesan dan keberhasilan akan makin mudah kita raih dalam kehidupan ini. Jangan lupa setelah kita mencapai level kemampuan dan kualitas sebagai seorang mentor, jangan lupa untuk me-mentor-i orang-orang lainnya yang punya komitmen yang cukup, untuk sukses dan berhasil pula.Selamat menemukan mentor yang tepat, untuk selanjutnya di-mentor-i dan suatu ketika nantinya me-mentor-i orang lain.

Mudah-mudahan dengan cara ini keberhasilan dan kesuksesan akan benar-benar menjadi realita bagi lebih banyak orang.

Penulis : Toni Yoyo (toni_yoyo@yahoo.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: